Wednesday, 28 February 2018

5 Fakta Tentang Pengguna Android di China

5 Fakta Tentang Pengguna Android di China

Mendengar kata Tionghoa, mungkin terlintas di benak anda adalah smartphone murah, barang elektronik murah, atau bahkan replika / barang palsu. Namun tak bisa dipungkiri, China merupakan negara dengan produksi smartphone terbesar di dunia.

Sebagai produsen smartphone terbesar di dunia pasti membuat tren budaya dan smartphone ada yang jauh berbeda dengan negara lain, terutama pengguna smartphone Android. Bahkan beberapa kebiasaan berikut tidak ada di negara lain. Apakah mereka? Mari kita lihat artikelnya.

1. Pengguna WhatsApp dan Facebook sangat sedikit


Jika Anda tidak bisa hidup tanpa WhatsApp dan Facebook, maka jangan pernah mencoba pindah ke China. Mengapa? Karena pemerintah dan warga negara China sangat berhati-hati dengan kedua layanan tersebut. Tapi sebaliknya Anda akan menemukan pengganti untuk semua itu.

Misalnya untuk jejaring sosial Facebook diganti dengan QQ, WhatsApp diganti dengan WeChat, pengganti DiDi yang ada di Uber, Twitter diganti dengan Weibo, bahkan mesin pencari Google pun bisa dikalahkan oleh Baidu.

2. Xiaomi Memerintah Pasar Smartphone


Bukan Apple atau Samsung yang menguasai pasar gadget di China, kedua perusahaan tersebut masih tertinggal jauh dengan Xiaomi. Tak hanya smartphone, di China Xiaomi juga memproduksi alat dan gadget lainnya seperti:

Sikat gigi, pembersih air dan udara, sepatu, sensor, lampu pintar, laptop, smartwatch, ransel atau tas, jaket, payung, jas hujan, dompet, kursi, topi, kaus kaki, sepeda listrik, AC, kamera CCTV lagi.

Bisa dibayangkan berapa banyak produk Xiaomi di China, produk terkenal seperti Apple, Samsung, LG, hampir tidak ada apa-apa di negeri ini. Namun untuk lini smartphone, Xiaomi tetap bersaing dengan rekan senegaranya seperti Huawei, Oppo, dan Vivo.

3. QR Code Sangat Populer di China


Kode QR adalah hal yang biasa di China, bahkan kode ini sangat penting bagi perekonomian China. Mengapa? Karena hampir semua fasilitas umum di China telah menggunakan kode QR untuk sistem pembayarannya. Mulai dari bus, makanan, transfer uang, dan masih banyak lagi.

4. Kartu Kredit Sangat Jarang Digunakan


Jika Anda pergi ke restoran di China maka Anda membayar dengan kartu kredit, mungkin petugas restoran bingung apa yang harus dilakukan dengan selembar kertas yang Anda berikan. Bukan berarti mereka bodoh, tapi hampir semua restoran di China selalu menggunakan kode QR untuk sistem pembayaran mereka.

Bagi warga negara China, smartphone adalah hal yang wajib dimiliki, karena hanya dengan smartphone mereka dapat membayar tiket bus, membayar pulsa, membayar minuman di Vending Machine dan banyak lagi.

5. Bank Bukan Satu-satunya Lembaga Keuangan


Di Indonesia, kegiatan seperti membayar tagihan PDAM, listrik, belanja online, dan membeli kredit harus menggunakan bank sebagai perantara. Tapi bukan untuk warga China, di mana layanan "Bayar" seperti AliPay, WeChatPay dan perusahaan lain memainkan peran utama dalam kehidupan mereka.

Karena dengan kedua aplikasi tersebut mereka bisa melakukan segala hal baik dari segi pembayaran baik online maupun offline. Mereka bisa melakukan belanja online, memesan makanan, mentransfer uang ke orang lain, dan bahkan membayar tagihan dengan kedua aplikasi.

China adalah salah satu negara maju di benua Asia, bahkan perkembangan teknologi di China jauh lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan teknologi di Amerika Serikat. China bisa disebut negara merdeka, karena mereka mampu menghasilkan segalanya sendiri.

Semoga suatu saat nanti Indonesia bisa bersaing dengan negara China dengan baik.

0 Comments: